Wednesday, December 10, 2014

Pengertian standar 802.11a,802.11b, dan 802.11g

Pengertian standar 802.11a,802.11b, dan 802.11g

Standard 802.11a, adalah model awal yang dibuat untuk umum. Mengunakan kecepatan 54Mbps dan dapat mentranfer data double dari tipe g dengan kemampuan bandwidth 72Mbps atau 108Mbps. Sayangnya sistem ini tidak terlalu standard, karena masing masing vendor atau pabrikan memberikan standard tersendiri. 802.11a mengunakan frekuensi tinggi pada 5Ghz sebenarnya sangat baik untuk kemampuan tranfer data besar. Tetapi 802.11a memiliki kendala pada harga , komponen lebih mahal ketika perangkat ini dibuat untuk publik dan jaraknya dengan frekuensi 5GHz konon lebih sulit menembus ruang untuk kantor. Pemilihan 5Ghz cukup beralasan, karena membuat pancaran signal frekuensi 802.11a jauh dari gangguan seperti oven microwave atau cordless phone pada 2GHz, tetapi frekuensi tinggi juga memberikan dampak pada daya jangkau relatif lebih pendek

802.11b

802.11g mempunyai keunggulan menggabungkan kemampuan 802.11a dan 802.11b. Sempat menjadi dominasi pemakaian tipe b. Standard 802.11b mengunakan frekuensi 2.4GHz. Standard ini sempat diterima oleh pemakai didunia dan masih bertahan sampai saat ini. Tetapi sistem b bekerja pada band yang cukup kacau, seperti gangguan pada Cordless dan frekuensi Microwave dapat saling menganggu bagi daya jangkaunya. Standard 802.11b hanya memiliki kemampuan tranmisi standard dengan 11Mbps atau rata rata 5MBbit/s yang dirasakan lambat, mendouble (turbo mode) kemampuan wireless selain lebih mahal tetapi tetap tidak mampu menandingi kemampuan tipe a dan g.

802.11g

Standard yang cukup kompatibel dengan tipe 802.11b dan memiliki kombinasi kemampuan tipe a dan b. Mengunakan frekuensi 2.4GHz mampu mentransmisi 54Mbps bahkan dapat mencapai 108Mbps bila terdapat inisial G atau turbo. Untuk hardware pendukung, 802.11g paling banyak dibuat oleh vendor. Secara teoritis mampu mentranfer data kurang lebih 20Mbit/s atau 4 kali lebih baik dari tipe b dan sedikit lebih lambat dari tipe a.Karena mengunakan carrier seperti tipe b dengan 2.4Ghz, untuk menghadapi gangguan frekuensi maka ditempatkan sistem OFDM

Standarisasi 801.11


1. Pengertian IEEE 802.11

IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) merupakan institusi yang melakukan diskusi, riset dan pengembangan terhadap perangkat jaringan yang kemudian menjadi standarisasi untuk digunakan sebagai perangkat jaringan.
� STANDAR dari IEEE
802.1 > LAN/MAN Management and Media Access Control Bridges
802.2 > Logical Link Control (LLC)
802.3 > CSMA/CD (Standar untuk Ehernet Coaxial atau UTP)
802.4 > Token Bus
802.5 > Token Ring (bisa menggunakan kabel STP)
802.6 > Distributed Queue Dual Bus (DQDB) MAN
802.7 > Broadband LAN
802.8 > Fiber Optic LAN & MAN (Standar FDDI)
802.9 > Integrated Services LAN Interface (standar ISDN)
802.10 > LAN/MAN Security (untuk VPN)
802.11 > Wireless LAN (Wi-Fi)
802.12 > Demand Priority Access Method
802.15 > Wireless PAN (Personal Area Network) > IrDA dan Bluetooth
802.16 > Broadband Wireless Access (standar untuk WiMAX)

Dari daftar di atas terlihat bahwa pemanfaatan teknologi tanpa kabel untuk jaringan lokal, dapat mengikuti standarisasi IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar.
� Perkembangan dari standar 802.11 diantaranya :
 mendukung transmisi data 1 Mbps hingga 2 Mbps Standar dasar WLAN 802.11
 transfer data up to 54 Mbps Standar High Speed WLAN 5GHz band 802.11a
 transmisi data 5,4 hingga 11 Mbps Standar WLAN untuk 2.4GHz 802.11b
 Perbaikan dari QoS (Quality of Service) pada semua interface radio IEEE WLAN802.11e
 Mendefinisikan komunikasi inter-access point untuk memfasilitasi vendor yang mendistribusikan WLAN802.11f
 Menetapkan teknik modulasi tambahan untuk 2,4 GHz band, untuk kecepatan transfer data hingga 54 Mbps.802.11g
 Mendefinisikan pengaturan spectrum 5 GHz band yang digunakan di Eropa dan Asia Pasifik802.11h
802.11i  Menyediakan keamanan yang lebih baik. Penentuan alamat untukmengantisipasi kelemahan keamanan pada protokol autentifikasi dan enkripsi
 Penambahan pengalamatan pada channel 4,9 GHz hingga 5 GHz untuk standar 802,11a di Jepang802.11j 

Kelebihan standar 802.11 antara lain :
a. Mobilitas
b. Sesuai dengan jaringan IP
c. Konektifitas data dengan kecepatan tinggi
d. Frekuensi yang tidak terlisensi
e. Aspek keamanan yang tinggi
f. Instalasi mudah dan cepat
g. Tidak rumit
h. Sangat murah

Kelemahan standar 802.11 antara lain :
a. Bandwidth yang terbatas karena dibagi-bagi berdasarkan spektrum RF untuk teknologi-teknologi lain
b. Kanal non-overlap yang terbatas
c. Efek multipath
d. Interferensi dengan pita frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz
e. QoS yang terbatas
f. Power control
g. Protokol MAC high overhead

Teknologi Wireless LAN distandarisasi oleh IEEE dengan kode 802.11, tujuannya agar semua produk yang menggunakan standar ini dapat bekerja sama/kompatibel meskipun berasal dari vendor yang berbeda, 802.11b merupakan salah satu varian dari 802.11 yang telah populer dan menjadi pelopor di bidang jaringan komputer nirkabel menunjukkan bahwa 802.11b masih memiliki beberapa kekurangan di bidang keamanan yang memungkinkan jaringan Wireless LAN disadap dan diserang, serta kompatibilitas antar produk-produk Wi-Fi�. Teknologi Wireless LAN masih akan terus berkembang, namun IEEE 802.11b akan tetap diingat sebagai standar yang pertama kali digunakan komputer untuk bertukar data tanpa menggunakan kabel.

2. Standar IEEE 802.11

a. IEEE 802.11a

Standar 802.11a (disebut WiFi 5) memungkinkan bandwidth yang lebih tinggi (54 Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek). Standar 802.11a mengandung 8 saluran radio di pita frekuensi 5 GHz.
Standard IEEE 802.11a bekerja pada frekuensi 5GHz mengikuti standard dari UNII (Unlicensed National Information Infrastructure). Teknologi IEEE 802.11a tidak menggunakan teknologi spread-spectrum melainkan menggunakan standar frequency division multiplexing (FDM).
Tepatnya IEEE 802.11a menggunakan modulasi orthogonal frequency division multiplexing (OFDM). Regulasi FCC Amerika Serikat mengalokasikan frekuensi dengan lebar 300MHz di frekuensi 5GHz. Tepatnya 200MHz di frekuensi 5.150 - 5.350 Mhz. Dan sekitar 100MHz bandwidth pada frekuensi 5.725 - 5.825 Mhz.
Di Amerika Serikat, FCC mengatur agar kekuatan maksimum daya pancar yang boleh digunakan adalah:
� 100MHz band yang pertama hanya diperkenankan dipergunakan dengan daya maksimum 50mW.
� 100MHz band yang kedua diperkenankan dengan untuk kekuatan pemancar maksimum 250mW.
� 100MHz band yang teratas dirancang untuk backbone jarak jauh dengan kekuatan maksimum pemancar 1Watt.

Untuk mengantisipasi tingkat redaman yang tinggi pada frekuensi 5GHz tidak heran jika kita melihat maksimum power dari pemancar yang mencapai 1Watt.
Di Indonesia, terus terang kami lebih banyak menggunakan maksimum power di semua band karena memang kita lebih banyak menggunakan band ini untuk backbone jarak jauh untuk berbagai titik yang ada.
Ada delapan (8) kanal pada band 5150-5350 Mhz yang tidak saling mengganggu. Pengalaman mengoperasikan peralatan 5GHz, seluruhnya biasanya total sekitar 12-13 kanal yang tidak saling overlap yang bisa kita gunakan.
Kalau kita ingat baik-baik, maka pada frekuensi 2.4GHz biasanya hanya ada tiga (3) channel yang tidak saling overlap.

b. IEEE 802.11b

Standar 802.11b saat ini yang paling banyak digunakan satu. Menawarkan thoroughput maksimum dari 11 Mbps (6 Mbps dalam praktek) dan jangkauan hingga 300 meter di lingkungan terbuka. Ia menggunakan rentang frekuensi 2,4 GHz, dengan 3 saluran radio yang tersedia.

c. IEEE 802.11c

Standar 802.11c (disebut WiFi), yang menjembatani standar 802.11c tidak menarik bagi masyarakat umum. Hanya merupakan versi diubah 802.1d standar yang memungkinkan 802.1d jembatan dengan 802.11-perangkat yang kompatibel (pada tingkat data link).

d. IEEE 802.11d

Standar 802.11d adalah suplemen untuk standar 802.11 yang dimaksudkan untuk memungkinkan penggunaan internasional 802,11 lokal jaringan. Ini memungkinkan perangkat yang berbeda informasi perdagangan pada rentang frekuensi tergantung pada apa yang diperbolehkan di negara di mana perangkat dari.

e. IEEE 802.11e

Standar 802.11e yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas layanan pada tingkat data link layer. Tujuan standar ini adalah untuk menentukan persyaratan paket yang berbeda dalam hal bandwidth dan keterlambatan transmisi sehingga memungkinkan transmisi yang lebih baik suara dan video.
IEEE 802.11e adalah sebuah amandemen dari 802.11 yang khusus membahas tentang perbaikan Quality of service pada 802.11 dengan menambahkan beberapa fungsi tertentu pada MAC layer. IEEE 802.11e mendefinisikan fungsi koordinasi baru dinamakan Hybrid Coordination Function (HCF). HCF menyediakan mekanisme akses baik secara terpusat yaitu HCF Controlled Channel Access (HCCA) maupun secara terdistribusi yaitu Enhanced Distributed Channel Access (EDCA).

1. Enhanced Distributed Channel Access (EDCA) dirancang untuk menyediakan QoS dengan menambahkan fungsi pada DCF. Pada MAC layer, EDCA mendefinisikan empat FIFO queue yang dinamakan Access Category (AC) yang memiliki parameter EDCA tersendiri. Mekanisme aksesnya secara umum hampir sama dengan DCF, hanya saja durasi DIFS digantikan dengan AIFS. Sebelum memasuki MAC layer, setiap paket data yang diterima dari layer di atasnya di-assign dengan nilai prioritas user yang spesifik antara 0 sampai 7. Setiap paket data yang sudah diberi nilai prioritas dipetakan ke dalam Access Category seperti pada tabel nilai parameter EDCA berbeda untuk AC yang berbeda. Parameter-parameter tersebut adalah :
� AIFS (Arbitration Inter-Frame Space) Setiap AC memulai prosedur backoff atau memulai transmisi setelah satu periode waktu AIFS menggantikan DIFS.
� CWmin, CWmax. Nilai backoff counter merupakan nilai random terdistribusi uniform antara contention window CWmin dan CWmax.
� TXOP (Transmission Opportunity) limit, durasi maksimum dari transmisi setelah medium diminta. TXOP yang diperoleh dari mekanisme EDCA disebut EDCA-TXOP. Selama EDCA-TXOP, sebuah station dapat mentransmisikan multiple data frame dari AC yang sama, dimana periode waktu SIFS memisahkan antara ACK dan transmisi data yang berurutan. TXOP untuk setiap AC ke-i didefinisikan sebagai TXOP [i]=(MSDU[i]/R)+ACK+ SIFS + AIFS[i], MSDU [i] adalah panjang paket pada AC ke-i. R adalah rate transmisi physical, ACK adalah waktu yang dibutuhkan untuk mentransmisikan ack, SIFS adalah periode waktu SIFS, AIFS[i] adalah waktu AIFS pada AC ke-i.
2. HCF Controlled Channel Access (HCCA)menyediakan akses ke medium secara polling. HC menggunakan PCF Interframe Space (PIFS) untuk mengontrol kanal kemudian mengalokasikan TXOP pada station . Polling dapat berada pada periode contention (CP), dan penjadwalan paket dilakukan berdasarkan Traffic Spesification (TSPEC) yang diperbolehkan.
3. Fuzzy Logic, Metode ini sudah banyak dipakai pada sistem kontrol karena sederhana, cepat dan adaptif. Sistem Inferensi Fuzzy (FIS) adalah sistem yang dapat melakukan penalaran dengan prinsip serupa seperti manusia melakukan penalaran dengan nalurinya. FIS tersebut bekerja berdasarkan kaidah-kaidah linguistik dan memiliki algoritma fuzzy yang menyediakan sebuah aproksimasi untuk dimasuki 3 analisa matemati.
Untuk memperoleh output, diperlukan 3 tahapan yaitu :
1. Fuzzification merupakan suatu proses untuk mengubah suatu peubah masukan dari bentuk tegas (crisp) menjadi peubah fuzzy (variabel linguistik) yang biasanya disajikan dalam bentuk himpunan-himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaannya masing-masing.
2. Rule evaluation (Evaluasi aturan) merupakan proses pengambilan keputusan (inference) yang berdasarkan aturan-aturan yang ditetapkan pada basis aturan (rules base) untuk menghubungkan antar peubah-peubah fuzzy masukan dan peubah fuzzy keluaran.
3. Defuzzification, Input dari proses defuzzifikasi adalah suatu himpunan fuzzy yang diperoleh dari komposisi aturan-aturan fuzzy, sedangkan output yang dihasilkan merupakan suatu bilangan pada domain himpunan fuzzy tersebut. Jika diberikan suatu himpunan fuzzy dalam range tertentu, maka harus dapat di ambil suatu nilai crisp tertentu sebagai output.

f. IEEE 802.11f

Standar 802.11f adalah rekomendasi untuk jalur akses vendor produk yang memungkinkan untuk menjadi lebih kompatibel. Ia menggunakan Inter-Access Point Protocol Roaming, yang memungkinkan pengguna roaming transparan akses beralih dari satu titik ke titik lain sambil bergerak, tidak peduli apa merek jalur akses yang digunakan pada infrastruktur jaringan. Kemampuan ini juga hanya disebut roaming.

g. IEEE 802.11g

Standar 802.11g menawarkan bandwidth yang tinggi (54 Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek) pada rentang frekuensi 2,4 GHz. Standar 802.11g mundur-kompatibel dengan standar 802.11b, yang berarti bahwa perangkat yang mendukung standar 802.11g juga dapat bekerja dengan 802.11b.
Dalam evolusi WLAN adalah pengenalan IEEE 802.11g. Ini merupakan standar IEEE 802.11g akan secara dramatis dapat meningkatkan performa WLAN. IEEE 802.11g adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz dan menggunakan metode modulasi OFDM. 802.11g yang dipublikasikan pada bulan Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mb/s pada pita frekuensi 2,45 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b. Standar ini menggunakan modulasi sinyal OFDM, sehingga lebih resistan terhadap interferensi dari gelombang lainnya.

Sensitivitas Kecepetan Standar 802.11g

h. IEEE 802.11h

Standar 802.11h standar yang dimaksudkan untuk menyatukan standar 802.11 dan standar Eropa (HiperLAN 2, maka h dalam 802.11h) sementara Eropa sesuai dengan peraturan yang terkait dengan penggunaan frekuensi dan efisiensi energi.

i. IEEE 802.11i

Standar 802.11i yang dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan data transfer (dengan mengelola dan mendistribusikan kunci, dan menerapkan enkripsi dan otentikasi). Standar ini didasarkan pada AES (Advanced Encryption Standard) dan dapat mengenkripsi transmisi yang beroperasi pada 802.11a, 802.11b dan 802.11g teknologi.

j. IEEE 802.11j

The 802.11j standar adalah peraturan Jepang apa 802.11h adalah peraturan Eropa.

k. IEEE 802.11n

IEEE 802.11n merupakan salah satu standarisasi yang sudah direvisi dari versi sebelumnya IEEE 802,11-2.007 sebagaimana telah dirubah dengan IEEE 802.11k-2008, IEEE 802.11r-2008, IEEE 802.11y-2008, dan IEEE 802.11w-2009, dan didasarkan pada standar IEEE 802.11 sebelumnya dengan menambahkan Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) dan 40 MHz saluran ke layer fisik, dan frame agregasi ke MAC layer.

l. IEEE 802.11r

Standar 802.11r yang telah dikembangkan sehingga dapat menggunakan sinyal infra-merah. Penggunaan teknologi nirkabel versi 802.11r akhirnya disahkan oleh badan standarisasi IEEE dunia. Standar ini memungkinkan wifi akses point untuk saling mem-back up.
Dilansir melalui PC World, Selasa (2/9/2008), IEEE telah berhasil mengesahkan standar 802.11r-2008 ini pada tanggal 15 Juli lalu.
Standar ini dapat memfungsikan perangkat wi-fi sama halnya dengan ponsel, hanya dengan menghubungkan masing-masing akses point wi-fi seperti halnya menghubungkan masing-masing BTS yang ada di teknologi seluler.
Artinya, sebuah perangkat ponsel yang menggunakan bantuan teknologi VoIP (voice over internet protokol) dapat digunakan secara mobile selama terdapat akses point wi-fi di daerah tersebut. Bahkan setiap pergeseran yang terjadi juga memungkinkan akses point satu dengan lainnya untuk mem-back up. Sayangnya, jika Seluler dapat menjangkau BTS-BTS dengan jarak yang cukup jauh, akses point wi-fi hanya dapat mencakup koneksi perangkat dengan jarak dekat.
Dengan begitu maka bantuan aplikasi keamanan wi-fi sangat dibutuhkan untuk mencegah masuknya virus, spam maupun aplikai jahat lainnya yang dapat merusak perangkat. Aplikasi secure connection ini membutuhkan waktu sekira 50 milisecond. Lebih cepat dibandingkan secure connection milik sistem nirkabel lainnya.
Selain itu, aliansi wi-fi telah berhasil menguji coba menggunakan layanan telepon VoIP dengan menggunakan sinyal wi-fi bernama Voice Personal. Pada bulan Juni, aliansi tersebut mengembangkan program sertifikasi yang telah menyetujui perangkat koneksi jaringan milik Intel dengan seri 4965AGN dan Intel 3945ABG. Kedua perangkat tersebut telah diuji coba interoperabilitasnya.

Tuesday, December 9, 2014

Pengenalan Pesan atau Peringatan Kesalahan Saat Booting pada PC Melalui POST

Pengenalan Pesan atau Peringatan Kesalahan Saat Booting pada PC Melalui POST.

PC yang telah melewati  POST (Power on Self-Test) dinyatakan memiliki hardware dan instaslasi yang baik. Tetapi untuk mengetahui kemampuan dan kinerjanya perlu dilakukan tes. Jika terjadi permasalahan, maka akan didapatkan pesan/peringatan kesalahan yang berhubungan dengan kinerja PC misalnya pada sistem operasi, saat proses menjalankan suatu program aplikasi, posedur mematikan komputer, dan lain-lain.
Permasalahan yang terjadi pada saat komputer telah lolos dari POST akan lebih komplek karena melibatkan fungsi perangkat keras dan lunak yang lebih luas terutama perangkat lunak. Sehingga kemungkinan kesalahan akan semakin banyak. Karena secara umum komponen perangkat keras pada sistem PC tidak ada perubahan, tetapi perangkat lunak yang terpasang bermacam-macam dan dimungkinkan akan sering berganti. Perangkat lunak yang terpasang di PC dibagi menjadi 2 yaitu sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola semua sumberdaya sistem komputer di antaranya perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja dengan baik. Program aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi tertentu seperti mengetik, menggambar, menghitung, mendengarkan musik dan lain-lain. Program aplikasi yang dimaksud disini adalah semua perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya program aplikasi seperti perkantoran, bahasa pemrograman, virus, utility dan lain-lain. Pembagian ini belum diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun kegunaan aplikasinya.
Program aplikasi tidak dapat bekerja tanpa adanya sistem operasi, karena sistem operasi akan menghubungkan fungsi-fungsi hardware dengan program aplikasi, seperti fungsi keyboard, mouse, VGA adapter, monitor, port untuk pencetakan di printer dan lain-lain. Sehingga jika dianalogikan dengan bangunan maka sistem operasi sebagai tanah dan program aplikasi sebagai bangunan atau apa saja yang dibangun di atasnya.
Sistem operasi yang ada saat ini telah begitu banyak, di antaranya yang diproduksi oleh Microsoft seperti Dos dan Windows dalam beberapa aplikasi dan versi Windows 3.1, 3.1.1, 95, 97,98, Millenium, XP, NT, 2000 sampai dengan versi 2003. Sedangkan  yang lain adalah UNIX, Linux dan variannya dan lain-lain. Program Aplikasi di antaranya Microsoft office, bahasa pemrograman turbo pascal, delphi, anti virus dan utilities seperti Norton dan lain-lain.
Kinerja PC dipengaruhi oleh spesifikasi dan instalasi perangkat keras, sistem operasi yang digunakn, program aplikasi yang dipasang, manajemen memori, gangguan dan serangan dari luar seperti virus, spyware, hacker dan lain-lain. Gejala-gejala yang ditimbulkan akan membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang muncul.

1) Prosedur Test

Test yang dilakukan bertahap yaitu aktifasi sistem operasi dan program aplikasi. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan  adalah sebagai berikut :

a) Aktifasi Sistem Operasi

Sistem operasi yang digunakan dalam test ini adalah windows 98, prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
  • Menghidupkan PC. 
  • PC melakukan POST pada saat booting dan harus dapat dilewati. 
  • PC mulai mencari sistem operasi di media penyimpan dengan urutan prioritas berdasarkan setting BIOS, misal CDROM, HDD lalu Diskdrive. 
  • PC menjalankan Sistem Operasi yang didahullui dengan menjalankan file-file sistem yaitu MS Dos.sys, IO.sys, Himem.sys dan command com. 
  • Jika proses d) berhasil maka selanjutnya dijalankan config.sys dan autoexec.bat. 
  • Pengecekkan konfigurasi sistem windows yaitu file sistem.ini dan win.ini dan dijalankan. 
  • Pengecekkan adanya file stratup dan dijalankan. 
  • Pengecekkkan kondisi hardware melalui device manager. Pengecekkan kondisi Start Up menu dan fungsi-fungsi dasar sistem operasi yaitu mengkopi file, memindah file, mengganti nama file, membuat folder/direktori dan lain-lain. 
  • Pengecekkan prosedur shutdown.

b) Program aplikasi

  • Pengecekkan program aplikasi dengan menjalankan program dan menutup program. 
  • Pengecekkan fungsi-fungsi menu program aplikasi. 
  • Pengecekkan besarnya file-file program aplikasi, yaitu dibandingkan dengan master, terutama file-file eksekusi (file yang berekstensi EXE dan COM) dan file hasil program aplikasi misal dokumen dari Ms Word. 
  • Pengecekkan terhadap kecepatan mengakses program aplikasi dan data.
  • Kedua test di atas akan memberikan response sebagai pesan/peringatan kesalahan, hal ini akan  membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang ada.

2) Pesan/Peringatan Kesalahan

Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui melalui tampilan secara visual dilayar monitor dan performance kinerja PC yang dapat dirasakan oleh user pada saat menggunakan PC.
Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka didapatkan pesan/peringatan kesalahan sebagai gejala masalah di PC, yaitu sebagai berikut :
Selain beberapa gejala kerusakan yang telah disebutkan dapat pula dikenali dan diidentifikasi sebagai masalah yaitu informasi yang ditampilkan oleh komputer jika ada masalah. Seperti komentar File is failure, Not enough memory to open program dan lain-lain. Komentar sesuai dengan masalah yang timbul.

3) Langkah-langkah mengenal dan Mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan

Untuk mengenal dan mengidentifikasi Pesan/peringatan kesalahan peserta diklat harus memperaktekkan dan mengamati PC dari saat booting, aktifasi sistem operasi dan menjalankan beberapa aplikasi dan membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, sistem operasi. Dari situ akan didapatkan karakteristik dan normalnya bekerja suatu sistem operasi dan program aplikasi.

c.  Rangkuman 2

  1. Mengenal dan mengidentifikasi masalah di PC dapat dilakukan melalui mengamati dan memahami gejala-gejala yang ditimbulkan. 
  2. Sistem operasi mengelola sumber daya komputer sekaligus menjembatani antara program aplikasi dengan perangkat keras. 
  3. Perangkatr keras, sistem operasi  dan program aplikasi merupakan satu kesatuan dengan permasalahan yang saling bisa berhubungan. Gejala masalah yang ditunju�.kkan oleh pesan/peringatan kesalahan bisa merupakan gabungan komponen ketiganya, bisa pula mnasalah masing-masing.




Monday, December 1, 2014

Cara Konfigurasi Samba Server

Cara Konfigurasi Samba Server 

Dalam membuat konfigurasi Samba server ini sangat bergantung pada 
kebutuhan dan arsitektur dari jaringan komputer kita. Misalkan Samba server 
ini bisa dikonfigurasikan hanya terkoneksi satu klien atau bahkan terkoneksi 
dengan 1000 klien. File dokumentasi konfigurasi lengkap Samba server ini
dapat didownload di internet dengan alamat: 
http://www.openna.com/books/floppy.tgz. Untuk menjalankan Samba server, 
dibutuhkan file-file berikut ini dan harus dibuat atau dikopi pada direktori-
direktori yang cocok pada server kita. 

4.1. Konfigurasi file smb.conf 

File konfigurasi utama untuk Samba server ini adalah 
/usr/local/samba/lib/smb.conf , dimana kita dapat menentukan direktori yang 
ingin kita akses dari komputer Windows, IP address mana yang diijinkan, dsb. 
Pada file ini juga terdapat banyak sekali option (pilihan). Untuk informasi lebih 
lanjut tentang berbagai setting dan parameter dapat dilihat di dokumentasi 
Samba. 

Konfigurasi yang akan kita bahas di bawah adalah file konfigurasi minimal Samba 
yang mendukung password terenkripsi. Kita harus terlebih dahulu mengkopikan 
file konfigurasi default lalu mengeditnya sesuai dengan yang kita inginkan :

# cd /usr/local/samba/examples 

# cp smb.conf.default /usr/local/samba/lib 

# cd /usr/local/samba/lib 

# mv smb.conf.default smb.conf 

# pico smb.conf 

workgroup= SMKTI 

Isilah dengan workgroup server kita, yang akan tampak saat diminta oleh klien. 
Klien dan server harus mempunyai workgroup yang sama. 

server string= Samba Server 

Option ini akan menampilkan string yang akan ditampilkan pada user dalam 
comment box print manager, atau pada koneksi IPC pada bagian net view pada 
komputer Windows. 

encrypted password= True 

Jika option ini diset True , Samba akan menggunakan password terenkripsi 
bukan menggunakan password berbentuk teks sederhana saat berhubungan 
dengan klien. Password terenkripsi ini tidak akan bisa dideteksi dengan sniffer. 
Untuk keamanan sebaiknya option ini diset True . 

security= user 

Bila option security ini diisi dengan user , klien harus masuk (log-on) dengan 
username dan password yang benar, jika tidak, koneksi akan diputus (connection 
refused). Hal ini berarti bahwa username dan password yang benar harus terdapat 
pada file /etc/password sistem Linux dan file /etc/smbpasswd pada Samba 
server, jika tidak koneksi dari klien akan gagal. 

smb passwd file= /etc/smbpasswd 

Option ini menentukan letak file smbpasswd terenkripsi. File smbpasswd ini 
merupakan kopi dari file /etc/passwd sistem Linux yang berisi username dan 
password yang valid agar bisa terkoneksi dengan Samba server. Samba server 
akan membaca file ini (smbpasswd) saat ada permintaan koneksi. 

log file= /var/log/samba/log.%m 

Option ini menyatakan letak file log yang dicatat Samba. Dengan ekstensi %m kita 
dapat membuat file log yang terpisah untuk masing-masing user atau mesin yang 
log-on pada Samba server. 

socket options= IPTOS_LOWDELAY TCP_NODELAY 

Dengan option ini kita dapat menentukan paramater-parameter konfigurasi Samba 
untuk meningkatkan performansi Samba. Secara default, koneksi untuk jaringan 
lokal dibuat maksimal, dan meningkatkan performansi Samba server dalam 
transfer file. 

domain master= Yes 

Option ini untuk mengeset Samba server daemon nmbd sebagai domain master 
browser untuk group yang telah ditentukan. Option ini biasanya harus diset Yes 
hanya dalam satu Samba server untuk keseluruhan Samba server yang lain pada 
workgroup dan jaringan yang sama. 

local master= Yes 

Dengan option di atas, Samba server daemon, nmbd, akan mencoba untuk 
menjadi domain master browser pada workgroup yang telah ditentukan. 
preferred master= Yes 

Option preferred master akan menentukan dan mengontrol jika nmbd dibuat 
sebagai master browser untuk workgroup yang bersangkutan. 

os level= 65 

Dengan mengatur nilai os level, nmbd dapat menjadi master browser lokal untuk 
workgroup pada daerah broadcast lokal. Jika terdapat NT server pada jaringan 
kita, dan kita ingin agar Samba server Linux menjadi browser lokal untuk 
workgroup pada broadcast lokal maka option di atas harus diisi 65. Ingat option 
ini hanya untuk satu Linux Samba server. 

dns proxy= No 

Bila diset yes , Samba server daemon nmbd ketika menjadi sebuah WINS 
server dan nama Net BIOS belum teregistrasi, maka ia harus memperlakukan 
nama Net BIOS kata demi kata sebagai nama DNS. Jika kita belum pernah 
mengkonfigurasikan Samba sebagai WINS Server, kita tidak usah membuat option 
ini Yes . Dengan memilih Yes juga akan dapat mengurangi performansi Samba. 

name resolve order= lmhosts host bcast 

Option ini menyatakan nama servis yang dipakai untuk mengubah hostname ke IP 
address. Pilihan di atas akan menyebabkan file lmhosts lokal Samba akan dituju 
terlebih dahulu. 

bind interfaces only= True 

Jika option ini diset True , kita dapat membatasi interface-interface yang 
melayani permintaan smb . Sebaiknya option ini diset demikian untuk keamanan. 
interfaces= eth0 192.168.1.1 
Option di atas berguna untuk menentukan jenis interface yang digunakan Samba 
server saat digunakan browsing dan registrasi nama, pada contoh di atas yakni 
eth0 dengan IP address 192.168.1.1. Defaultnya, Samba akan mengecek semua 
device pada kernel. 

hosts deny= ALL 

Kita dapat menentukan host-host yang tidak boleh mengakses Samba. Secara 
default kita melarang akses dari seluruh host, dan mengijinkan akses untuk host-
host tertentu yang didefinisikan pada hosts allow di bawah ini. 

hosts allow= 192.168.1.4 127.0.0.1 

Host-host yang diijinkan untuk mengakses Samba server didefinisikan pada bagian 
ini, pada contoh di atas kita mengijinkan host dengan IP 192.168.1.4 dan 
localhost 127.0.0.1. 

debug level= 1 

Di sini kita dapat menentukan level log pada file smb.conf . Sebaiknya debug 
level ini tidak lebih dari 2, karena server akan log file yang tidak perlu setelah 
melakukan operasi sehingga akan menurunkan performansi. 

create mask= 0644 

Option create mask akan menset permisi-permisi yang penting yakni bila terjadi 
mapping dari DOS ke permisi UNIX. Jika dibuat 0644, semua file yang dibuat atau 
dikopi dari WINDOWS ke sistem UNIX akan mempunya permisi 0644 secara 
default (untuk lebih jelasnya dibahas pada bagian sistem opersai Linux). 

directory mask= 0755 

Mirip seperti di atas, hanya ini berlaku untuk semua direktori yang dikopi atau 
dibuat dari Windows ke sistem UNIX akan mempunyai permisi default 0755. 

level2 oplocks= True 

Jika option ini dibuat True , akan meningkatkan keandalan file-file akses yang 
tidak umum ditulis seperti file-file aplikasi .EXE. 

read raw= no 

Ini berguna untuk menentukan apakah Samba server akan mendukung 
permintaan raw read SMB saat mentransfer data pada klien. Agar mapping 
memory lebih efektif, sebaiknya option ini dibuat no .

write cache size= 262144 

Option ini akan membuat Samba meningkatkan keandalan sistem jika terjadi 
kemacetan disk subsystem. Nilai option ini dinyatakan dalam byte (262144=256k) 
comment= Temporary File Space 

Option ini untuk menyatakan komentar yang akan terlihat saat ada permintaan 
klien ke server. 

path= /tmp 

Kita dapat menentukan direktori mana user service ini diberikan akses. 

read only= No 

Maksud option di atas adalah kita dapat menentukan apakah user hanya dapat 
membaca file atau tidak. Jika diisi No user tidak hanya dapat mebaca file saja. 

valid user= admin 

Option ini berisi daftar user yang diijinkan login. Pada contoh di atas user admin 
diijinkan untuk akses. 
invalid users= root bin daemon nobody named sys tty disk mem kmem users 
Option invalid users berisi daftar yang tidak diijinkan login yang biasanya user 
paranoid . Sebenarnya hal ini hanya untuk memastikan setting yang tidak benar 
dan dapat membahayakan dari segi keamanan 

4.2. Konfigurasi file /etc/Imhosts 

File /etc/lmhosts adalah file untuk memetakan nama Net BIOS Samba ke IP 

address. Format file ini mirip /etc/hosts , tapi komponen dari hostname harus 

sesuai dengan format penamaan Net BIOS. Pertama-tama kita harus membuat file 

/etc/lmhosts ini. 

# touch /etc/lmhosts 

Pada file ini, tambahkan host-host klien sbb: # pico /etc/lmhosts 

127.0.0.1 Localhost 192.168.1.1 smkti1 192.168.1.2 smkti2 192.168.1.3 smkti3 

Teruskan pengisian file di atas untuk semua hosts yang ada dalam network kita. 

4.3. Konfigurasi file /etc/pam.d/samba 

File ini berguna untuk menjalankan autentikasi pam (untuk lebih jelasnya dapat 

dilihat pada bagian security). Lakukan perintah berikut ini : 

# touch /etc/pam.d/samba 

# pico /etc/pam.d/samba 

Tambahkan baris-baris berikut ini: 






Auth required /lib/security/pam_pwdb.so nullok shadow 

Account required /lib/security/pam_pwdb.so 

4.4. Konfigurasi file /etc/logrotate.d/samba 

File konfigurasi ini akan menampilkan file-file log tiap minggu secara otomatis. 

# touch /etc/logrotate.d/samba 

Tambahkan baris-baris berikut ini : 

/var/log/samba/log.nmb { 

notifempty 

missingok 

prostrotate 

/usr/bin/killall HUP nmbd 

endrotate 


/var/log/samba/log.smb { 

notifempty 

missingok 

postrotate 

/usr/bin/killall HUP smbd 

endotrate 


4.5. Membuat password Clien Samba terenkripsi 

File /etc/smbpasswd adalah file password Samba yang terenkripsi. File ini berisi 

username, UID, password terenkripsi masing-masing user yang dapat mengakses 

Samba. Jika seorang user tidak terdaftar dalam file ini, maka ia tidak dapat 

melakukan koneksi ke server. Untuk membuat account Samba, user-user samba 

harus sudah ada dalam file /etc/passwd Linux. Jika kita ingin menambahkan 

user yang dapat mengakses Samba, kita harus menambahkan nama user tersebut 






pada file /etc/passwd sistem Linux kita sbb: (Misal kita ingin menambahkan user 

smbclient ). 

# adduser smbclient 

# passwd smbclient 

Changing password for user smbclient 

New UNIX password: 

Retype new UNIX password: 

passwd:all authentication tokens updated successfully 

Setelah kita manambahkan semua client Samba pada file /etc/passwd , Kita 

dapat membuat file /etc/smbpasswd dari file /etc/passwd dari Linux server 

(Ingat agar semua user yang akan mengakses samba sudah ada dalam file 

/etc/passwd ) dengan perintah sbb: 

# cat /etc/passwd | mksmbpasswd.sh > /etc/smbpasswd 

Kemudian kita harus membuat account user Samba pada file /etc/smbpasswd 

sebelum kita dapat menggunakannya. 

# smbpasswd a smbclient 

New SMB password: 

Retype new SMB password: 

Added user smbclient 

Password changed for user smbclient. 

Kemudian ubahlah setting permisi file smbpasswd ini agar hanya bisa dibaca dan 

ditulisi oleh account root : 

# chmod 600 /etc/smbpasswd 

Untuk memeriksa kesalahan dalam penulisan file smb.conf , lakukan perintah ini : 

# testparm 

Untuk menjalankan dan menghentikan daemon Samba, nmbd dan smbd secara 

otomatis kita dapat menjalankan script file /etc/rc.d/init.d/smb . Pastikan bahwa

file ini mempunyai permisi yang hanya bisa dibaca, ditulis, dan dieksekusi oleh 

user root . 

# chmod 700 /etc/rc.d/init.d/smb 

Lalu buat simbolik link rc.d pada Samba dengan perintah : 

# chkconfig -add smb 

Agar sript Samba secara otomatis menjalankan daemon nmbd dan smbd saat 

sistem dihidupkan (atau direboot) lakukan perintah berikut ini : 

# chkconfig - level 345 smb on 

5. Menjalankan Samba 

Sebelum menjalankan Samba kita harus membuat direktori seperti yang sudah 

didefinisikan pada file Makefile. Hal ini karena direktori ini tidk secara otomatis 

dibuat saat mengeksekusi perintah make install. 

# mkdir /usr/local/samba/var 

Samba dapat dijalankan dengan dua macam cara. Pertama dijalankan sebagai 

daemon dan kedua menjalankannya dari inetd. Samba yang dijalankan sebagai 

daemon akan sedikit lebih cepat dalam melayani permintaan client jika 

dibandingkan dengan Samba yang dijalankan dari inetd. Biasanya berbagai 

distribusi Linux sudah mempunyai script untuk menstart dan menstop servis 

Samba. Untuk menjalankan Samba kita harus menjalankan daemon smbd dan 

nmbd. Lakukan perintah berikut ini : 

# /usr/local/samba/bin/smbd D 

# /usr/local/samba/bin/nmbd D 

Agar Samba selalu dijalankan setiap kali Linux melakukan booting, kita dapat 

menambahkan baris-baris di atas pada file /etc/rc.d/rc.local : 

# pico /etc/rc.d/rc.local 

/usr/local/samba/bin/smbd D 




/usr/local/samba/bin/nmbd -D 

Apabila dalam sistem kita tidak mempunyai script untuk menjalankan Samba 

secara otomatis, maka kita harus menuliskannya secara manual. Misalkan dengan 

cara membuat file /usr/local/bin/startsmb/ untuk menjalankan dan 

menghentikan secara otomatis daemon Samba server. 

# pico /usr/local/samba/bin/startsmb 

Tambahkan baris-baris berikut ini : 

#!/bin/sh 

/usr/local/samba/bin/smbd D 

/usr/local/samba/bin/nmbd -D 

Untuk menjalankan Samba kita tinggal mengeksekusi file startsmb tersebut. 

# /usr/local/samba/bin/startsmb 

Untuk mematikan Samba, kill proses smbd dengan cara sbb : 

# ps ax|grep smbd 

Dengan perintah di atas akan tampak proses smbd beserta nomor PID-nya. 

# kill -9 [nomor PID smbd]

Thursday, November 20, 2014

Nurse-Physician Collaboration




To achieve effective service the nurses, physician and healthcare team should collaborate with each other. No one group can claim more power over others. Each profession has different character so that when combined can be a force for achieving the desired goals. 

Nurse Physician Workplace Collaboration
With good communication and respect for other professions in shared decision-making (in collaboration) in the group it will create a good work team so committed to providing a comprehensive service can be created. Opinion between physician and nurses need to be a standard domain with (physician-nurse) standard.
There are significant differences in the collaboration between groups of patients with severe, moderate, and independent. Practice negotiating collaboration on many stages in patients partially dependent (being) because of the patient's full dependence (severe) physicians only give direction and decisions without consulting nurse.

Of the need for education and socialization practices of collaboration among work teams managed care health or health professions ranging from education situation. For hospitals need to improve the quality of nursing care health. An increase in nurse education and good communication between team and patient to work, and to improve the practice of collaboration needs to be a shared commitment between leaders (structural) and functional (health professions), where the principal can adopt managed care and socializing and can be applied to services.

How to Teach 1st Grade



Teaching 1st grade will be different by teaching high school students. Required certain techniques so that the child can absorb lessons more fun considering the psychological child is still in the early learning stages.

The voice sounded clear enough by children, intonation, etc. are things that are very important to be possessed by the teacher. For early elementary grades, they are still considered early childhood, before providing early childhood learning, as teachers need to recognize the characteristics of elementary school age children first. Do not forget to always give something new and varied for them. No need expensive, objects in the environment can be the object of exploration for children.

The period is also very short of their concentration. Thus, teachers must have a second plan, and even third, fourth plan needs to be prepared for them so they do not saturate. Keep in mind that early childhood is a period play. Thus, the instruction given to them should be based on the principles of play (fun, children can explore, gain a lot of experience).

Children are not miniature adults but they have the characteristics and uniqueness of each. So, do not equate them with the high school kids that are easier on the set and was able to concentrate for a long time.

HP unveils budget Windows Stream notebooks with 1TB OneDrive storage


HP has unveiled low-cost Windows 8.1-based Stream notebooks and two Windows 8.1 Stream tablets.

If bright blue and purple notebooks make you happy at work, then HP's two new Windows 8 Stream notebooks could be your next device, thanks to a price tag that undercuts HP's new Chromebook lineup and a rather sizeable chunk of cloud storage.

Priced to compete head on with Chromebooks and aimed at consumers who want to "work and play", the 11.6-inch HD display Stream will be available for purchase in the US from November from $200, while the 13.3-inch Stream will be available from $230. 

Like Chromebooks, Stream devices are meant to operate mostly through a browser with enough additional chops, thanks to Windows, to run apps locally.

They also come with a bevy of Microsoft extras, including 1TB of OneDrive storage for a year, though that's a special introductory offer, which may dial back to the original 200GB slated for the devices.

The HP Stream notebooks also include a one year subscription to Office 365 Personal, and a $25 gift card to spend on apps, videos or Xbox games from the Microsoft Store.

The larger HP Stream will also include an optional 200MB of free 4G data each month from T-Mobile, although that's a limited time offer. It's also the only model available with a touchscreen option.

The two new devices join the recently announced 14-inch HP Stream notebook, which starts at $299, but instead of an AMD processor, the smaller notebooks are powered by an Intel Celeron processor and have 32GB of eMMC flash memory.

According to HP, the 11.6-inch Stream has an eight hours and 15 minutes battery life while playing HD video, while it's up to seven hours and 45 minutes for the 13.3 inch device under the same conditions.

Also launching from HP are two new tablets, the Intel-based HP Stream 7 and HP Stream 8, which again are Windows 8.1 based devices and similarly come with extras from Microsoft.

As their names suggest, the new tablets have seven-inch and eight-inch displays, and come with a one year Office 365 subscription, and 1TB of OneDrive storage for one year. The Stream 8 includes the same 4G data deal as the 13.3 inch Stream notebook.

The HP Stream 7 starts at $100, while the HP Stream 8 starts at $150.

31 ways to improve your iPhone's battery life


Making the most out of your iPhone's battery (updated for iOS 8)
Although iPhone 6 and iPhone 6 Plus land with better or the same battery life as their predecessors, they can’t compare to some of the other devices on the market, which can last in some cases for days at a time. 

iOS 8 comes with a number of improvements but also new features that can drain your battery life even further.

These tweaks aim to extend your battery life — at times forsaking some of the new functionality — allowing you to get the best out of your new or existing iPhone.